Panduan Wisata Samarinda

Indonesia

Gambaran umum Samarinda

Samarinda

Sebagai ibukota Provinsi Kalimantan Timur, Samarinda merupakan pintu gerbang menuju pedalaman Kalimantan Timur karena kota ini dibelah oleh Sungai Mahakam. Sungai Mahakam sendiri merupakan sungai terbesar di Kalimantan Timur yang dimanfaatkan sebagai sarana transportasi maupun menawarkan obyek wisata. Berbagai obyek wisata lainnya yang ditawarkan di Samarinda bisa menjadi pilihan untuk kunjungan wisata anda berikutnya.


Samarinda Sejarah

Ketika terjadi Perang Gowa, pasukan Belanda berhasil mengalahkan pasukan Kerajaan Gowa yang dipimpin oleh Sultan Hasanuddin dan menyebabkan Sultan Hasanuddin harus menandatangani Perjanjian Bongaja. Ada sebagian orang-orang Bugis Wajo dari Kerajaan Gowa yang membelot dari isi Perjanjian Bongaja dan tetap bergerilya melawan Belanda, ada pula sebagian yang pindah ke wilayah Kerajaan Kutai. Orang-orang Bugis Wajo yang pindah ke wilayah Kerajaan Kutai tersebut membuat perjanjian dengan raja Kutai bahwa mereka akan membantu segala kepentingan Raja Kutai, khususnya membantu dalam melawan musuh. Raja Kutai pun memberikan lokasi sekitar kampung melantai kepada orang-orang Bugis Wajo tersebut. Kampung melantai merupakan suatu daerah dataran rendah yang baik untuklahan pertanian, perikanan dan perdagangan. Orang-orang Bugis Wajo memilih daerah sekitar muara Karang Mumus, namun hal tersebut justru menyulitkan mereka untuk berlayar karena merupakan daerah yang berarus putar. Kemudian mereka membuat rumah rakit yang berada di atas air yang tingginya “sama” antara rumah rakit yang satu dengan yang lainnya untuk melambangkan bahwa tidak ada perbedaaan derajat di lokasi sekitar muara sungai tersebut dan di kanan kiri sungai daratan atau lokasi yang “rendah”. Dari hal tersebut muncul penyebutan nama pemukiman : Samarenda, yang seiring berjalannya waktu berubah pengucapan menjadi Samarinda hingga sekarang.

Samarinda lokasi



Loading map...

things to see

Yang dapat ditemui

Berkunjunglah ke Desa Pampang yang merupakan kawasan desa wisata budaya di Samarinda. Di desa ini anda dapat menyaksikan rumah adat Suku Dayak yang disebut lamin, upacara adat dan tarian adat. Anda juga dapat menyaksikan secara langsung proses pembuatan sarung Samarinda yang ditenun menggunakan alat tenun tradisional di Jalan Bung Tomo, Samarinda Seberang. Jangan lupa pula untuk melihat replika hutan Kalimantan yang hanya dapat anda lihat di Taman Rekreasi Lembah Hijau. Selain itu, di Samarinda juga terdapat obyek wisata unggulan yang dapat anda kunjungi, yaitu Kebun Raya Unmul Samarinda yang menyediakan mini zoo dan Air Terjun Tanah Merah yang menawarkan panorama yang indah.

things to do

Yang dapat dilakukan

Di Pulau Kumala yang terletak di tengah-tengah Sungai Mahakam merupakan tempat wisata yang mirip dengan Dufan di Jakarta. Di sini anda dapat mencoba beberapa permainan seperti komedi putar, jet coaster, gokart dll. Bagi yang ingin menikmati kesejukan air, dapat berendam di Telaga Permai Batu Besaung yang juga menyediakan tempat untuk berkemah. Ingin membeli pernak pernik khas Samarinda? Silahkan datang ke Citra Niaga yang merupakan kawasan pertokoan terkenal di Samarinda.

things to eat

Makanan yang harus dicoba

Setiap kota pasti memiliki makanan khas dengan cita rasa yang berbeda, seperti Samarinda yang memiliki amplang sebagai makanan khasnya. Amplang adalah sejenis kerupuk yang terbuat dari tepung tapioka dengan campuran ikan laut, telur dan bumbu-bumbu lainnya yang menjadikannya terasa renyah dan gurih. Cicipi pula lempok durian yang berupa dodol dengan durian sebagai bahan utamanya. Kue keminting yang berbentuk seperti buah kemiri dapat anda jadikan sebagai buah tangan dari Samarinda. Kue ini terbuat dari tepung terigu dengan tekstur yang tampak keras di luar namun terasa renyah saat digigit.

Obyek wisata dekat Samarinda

Bandara di Samarinda

Samarinda melalui jalan udara di layani oleh Bandara Sungai Siring.

Bandar udara Sungai Siring (SRI), juga dikenal sebagai Bandara Samarinda Baru, merupakan bandar udara baru untuk Samarinda, Indonesia. Bandar udara ini dibangun menggantikan Bandar udara Temindung yang terletak di pusat kota, karenan tidak sesuai dengan standar keselamatan penerbangan. Bandar Udara Sungai Siring menerima penerbangan dari seluruh Kalimantan, termasuk dari Bandar udara International Sepinggan di Balikpapan. Membutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk melakukan penerbangan dari Jakarta.

Menuju pusat kota dari Bandara

Jasa Taksi dari bandara Sungai Siring dapat digunakan dengan biaya sekitar Rp 45.000. Atau, Anda dapat berjalan 100m ke Jl Gatot Subroto, lalu belok kiri dan menggunakan taksi berwarna merah-coklat dengan rute jalan ke pantai (Rp 3000).